2010/11/27

Stephen King on Writing

K etika menemukannya pertama kali –yang kehilangan bukunya mungkin doanya terkabul karna bukunya sampai di tangan yang tepat- hanya satu yang terpikir Stephen King adalah penulis yang karya-karyanya telah di filmkan dan di bintangi oleh aktor-aktor Hollywood sehingga buku ini pastilah berisi sesuatu yang akan memberikan asupan atas kehausan saya tentang menulis. Bagi pemula yang butuh penguat untuk terus menulis akan menemukan jawabannya di sini. Beberapa hal tentang kursus menulis dan angan-angan menjadi penulis best seller diramunya dengan amat menggelitik dan nakal. Di beberapa bagian ada kutipan-kutipan tulisan dari penulis yang tidak saya kenal –kebanyakan penulis fiksi horor- cukup menunjukkan bahwa saya masih kurang banyak membaca. (Malu ah mengakuinya di sini hehehe…) Berikut adalah catatan pribadi yang saya coba untuk membaginya sebagai rangkaian dari tulisan saya berikutnya. Semoga …

Memoar

Menjadi penulis best seller yang terkenal dengan sejumlah penghargaan tidak terbukti merupakan impian semua penulis. Stephen King menceritakan memoar yang membawanya menjadi penulis besar dalam ‘Stephen King on Writing’ dengan gaya khas penulis fiksi -saya selalu berpikir penulis fiksi lebih bisa bercerita dengan nada ringan di banding penulis non fiksi- memaparkan teori-teorinya tentang menulis dalam sebuah tulisan nonfiksi. Ibunya adalah yang pertama kali menyadari bakatnya dan mendorong untuk menciptakan karyanya sendiri ketika beberapa kali memamerkan karya jiplakannya. Tumbuh bersama satu-satunya sodaranya Dave yang merupakan teman bermain yang turut menyulut kreatifitasnya sejak kecil; lalu menikah dengan Tabitha yang terus mendukung kegiatan menulisnya bahkan di saat-saat kritis. Buku pertamanya Carrie terbit tahun 1974 terjual jutaan kopi kemudian di filmkan dan di bintangi oleh John Travolta. Lebih dari 30 buku best seller tingkat dunia setelahnya.

Apa itu menulis

Menulis adalah telepati, yang berarti kita bisa saling berbagi sesuatu di tempat dan bahkan di zaman yang berbeda. Bagaimana pun bentuknya setiap orang memiliki pandangan dan mampu mengungkapkan suatu objek yang sama dengan cara yang masing-masing berbeda. Oleh karena itu, berbekal idea yang muncul tiap saat dalam benak mulailah menuliskannya sekarang. Berikut kutipan yang kurasa menarik; ‘ini bukan kontes popularitas, bukan olimpiade moral dan ini bukan Gereja. Ini adalah menulis, betul, bukan mencuci mobil atau memasang riasan mata.’ Jadi menulislah dengan jujur, semua bagian dari dirimu termasuk lingkungan yang membentuk pola pikirmu dan gaya bahasamu biarkan ikut mengalir dalam karyamu. Dalam setiap karya seorang penulis selalu menceritakan bagian dari dirinya tapi tidak pernah merupakan karakter yang sepenuhnya. Menulis berarti menciptakan duniamu.

Kotak perkakas

Stephen King menceritakan pamannya yang berprofesi sebagai Tukang kayu. Belajar dari Tukang kayu seorang penulis sebaiknya juga memiliki kotak perkakas yang isinya adalah kosakata dan tata bahasa. Tidak perlu sekolah sastra untuk memiliki ini karena setiap orang memiliki koleksi kosakata pribadi dan menyangkut tata bahasa, cukup menggunakan keahlian merayu. Menurut Stephen King kendala utama bagi penulis pemula umumnya adalah ketakutan menciptakan sebuah karya yang nantinya menjelma menjadi ibaratnya Frankeinsten. Seorang Tukang kayu tidak bisa menciptakan monster tetapi mampu membangun rumah, mall, bank dan gedung megah lainnya. Sedangkan seorang penulis menyusun paragraph satu persatu dengan kosakata dan tata bahasa yang terus di perhalus –membuang hal-hal yang terkesan boros dan memudarkan makna- setahap demi setahap sampai tercipta sebuah gedung mewah seperti Tukang kayu, hanya jika kita punya energy dan tanpa rasa takut.

Tentang menulis

Bagian ini di bahas agak panjang dalam buku ini, bagi saya ada berbagai penyulut, tips dan trik yang luar biasa. Namun saya hanya akan menuliskan dua kunci pokok yang menjadi undang-undang dasar menulis yaitu:


  • Menulis, menulislah setiap hari. Menulis adalah kebutuhan, seperti bercerita pada diri sendiri dan menemukan kebahagiaan di sana. Hal ini akan mengembangkan kosakata dan keahlian meramu tata bahasa yang bisa merayu pembaca. Menulis adalah menciptakan duniamu sendiri maka gunakan apa saja yang bisa membuatmu lepas dari dunia sekitarmu seperti mendengarkan musik kesukaanmu, bukan mengurung diri.

  • Membaca, kapan dan dimana saja. Siapkan selalu alternative bacaan di dalam tasmu dan bacalah ketika menunggu atau ada jeda waktu beberapa menit (kita memiliki banyak jeda waktu yang bisa kita gunakan untuk membaca ketimbang menonton tivi yang isinya hanya iklan-iklan sampah). Stephen King dapat menyelesaikan 70 – 80 buku dalam setahun. Bagaimana dengan anda? Ketika membaca kita akan menemukan tiga unsur penting dalam sebuah tulisan yaitu narasi, deskripsi, dan dialog. Stephen King banyak memberikan contoh-contohnya sehingga bisa dikatakan buku ini sekaligus juga bisa menjadi panduan menulis sampai menjadi penulis yang baik dan tidak sekedar berupa tips dan trik menulis. Narasi yang baik adalah ketika penulis mampu membawa pembacanya sampai di akhir cerita dan menemukan klimaksnya. Ini hanya mungkin bila penulis mampu membuat deskripsi yang menarik dan dialog yang jujur. Tipsnya adalah penulis harus ingat bahwa apa yang di tulisnya itu berawal dari imajinasi dan nantinya berakhir di benak pembaca.

Di bagian akhir, Stephen King menambahkan kisah bagaimana buku ini di buat ketika dalam masa proses penyembuhan dari kecelakaan mobil yang menimpanya Juni tahun 1999 di Maine. Catatan terakhir yang dapat saya kutipkan dari buku ini adalah; ‘menulis bukanlah untuk mencari uang, menjadi terkenal, mendapat teman kencan, menjadi mapan, atau memperoleh banyak teman. Pada akhirnya, menulis adalah untuk memperkaya hidup orang-orang yang akan membaca karyamu dan memperkaya hidupmu sendiri pula’. Kutipan yang panjang yah … tapi saya meyukainya. Jika anda membaca buku ini mungkin juga bisa menemukan yang anda sukai dan anda bebas mengutipnya kapan saja asal tidak mengakuinya sebagai karyamu.
Buatlah karyamu sendiri.

1 comment:

  1. "Jadi menulislah dengan jujur, semua bagian dari dirimu termasuk lingkungan yang membentuk pola pikirmu dan gaya bahasamu biarkan ikut mengalir dalam karyamu...."

    saya suka kutipan yang ini!!!
    selamat menulis @chi_je!!! :D

    ReplyDelete