2009/07/11

Memoar sebatang coklat

Mungkin anda pikir ini adalah kisah dari 1000 tahun yang lalu sejak pertama kali ditemukan, jutaan kisah yang mengiringi sepanjang hidup dan "mungkin" juga punah bersama akhir kehidupan. Saya mengatakan "mungkin" karena anda akan mengerti bila ikut menatap wajah di depanku. Ini pertamakalinya.

Saya tahu ada guratan bahagia dibalik wajah sendunya -keyakinan ini
kuperoleh atas dasar pengalaman bertahun-tahun menyebar misiku- melihat
tarikan di sudut bibir itu membuat saya makin yakin. Dan seperti biasa
saya selalu sukses dengan peran ini. Sebuah keajaiban tercipta dalam
hitungan detik saja ditanganku. Mewakili kata-kata paling indah yang
pernah diciptakan pujangga termasyhur sepanjang masa dalam lipatan
buku-buku dengan sejarahnya masing-masing yang luar biasa.Lihatlah...
bagaimana saya menautkan hati yang mencoba mencari tempat pijakan dan
merangkak di kolong waktu.

Kini setelah tahun-tahun berlalu...


Bagaimana ia bisa melupakan jasaku?
Untuk apa menguburku... disesak dalam koper bau ini?
Apa artinya semua yang saya lakukan untuknya?
Saya benci kilatan cahaya dimatanya... kepedihan, ketegaran yang terlalu dibuat-buat, kepasrahan yang munafik menghunus ke arahku.
Apa yang harus kulakukan?
Bukankah sudah kujalankan peranku?

No comments:

Post a Comment